09 Aug 2018 Β· 11.434 dibaca · Hikmah
Di komplek Pesantren Zainul Hasan Genggong, beliau dikenal sebagai kiai yang ‘alim dengan pesona kezuhudannya, hal tersebut dapat kita lihat dari kehidupan sehari-harinya yang sangat sederhana. Di rumahnya yang hanya berdinding “gedek” (anyaman bambu) dengan lantai tanpa ubin dan beralaskan tikar yang telah robek di sana-sini. Bahkan tempat tidur beliau pun terbuat dari bambu tanpa kasur
Namun, beliau senantiasa hidup ikhlas dan selalu berserah diri kepada Allah. Pesona kezuhudan beliau juga nampak pada pakaiannya yang compang-camping penuh tambalan. Jahitan demi jahitan baju dan sarung beliau sangat tidak rapih bahkan kontras antara benang jahitan dan baju yang ditambal.
Di kalangan para santri dan masyarakat sekitar, beliau dikenal sebagai sosok kiai yang enggan memikirkan duniawi. Ketika beliau wafat pun hanya memiliki satu kain sarung saja, itu pun kain sisa-sisa empat sarung lama beliau yg dijahit menjadi satu.
Tempat bermukim beliau di pondok Genggong adalah asrama K persis di belakang masjid Al-barokah Genggong. Asrama yang ha
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+