13 Aug 2018 · 2.648 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Semenjak Pemerintah menetapkan Hari Santri pada 2015 silam, eksistensi kaum santri semakin naik daun di kancah pergumulan isu-isu nasional apalagi pada momen konstestasi politik. Beberapa pihak berlomba mengaku bahkan memanfaatkan kalangan pesantren untuk kepentingan tertentu.
Mengenai hal itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan bahwa santri dalam pengertiannya atau maknannya tidak hanya mereka-mereka yang lulusan pondok pesantren saja. Lebih luas, mereka-mereka umat Islam yang tentu memiliki basis pengetahuan yang memadai.
“Betul mereka tentu adalah santri. Tetapi santri tidaklah sebatas itu, memiliki cara berpikir terbuka kemudian menebarkan ajaran Islam. Itu dalam rangka untuk mewujudkan kedamaian di tengah-tengah kehidupannya dalam rangka mewujudkan rahmat bagi alam semesta, yang selalu berorientasi pada bagaimana agar kehidupan ini tetap rukun, tetap damai,” jelas Lukman.
Dalam kesempatan meluncurkan rangkaian kegiatan Hari Santri 2018 pada Jumat (10/08) siang, di kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Menag
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+