16 Aug 2018 · 2.203 dibaca · Hikmah
Pernyataan KH Ma'ruf Amin kepada Pak Jokowi dengan mengatakan bahwa apabila bukan kyai NU yang dijadikan cawapres pendamping Pakde, maka warga NU tidak berkewajiban mensukseskan pemilu 2019. Pernyataan ini ternyata menuai kebingungan sekaligus kekagetan luar biasa.
Hal ini telah diungkapkan secara jujur oleh Prof Mahfudz MD dan segera setelah itu bagai bara api dalam rumput kering ditiup angin segera merambat dan membakar dengan begitu dahsyat.
Caci maki, tudingan, hujatan hingga fitnahan kembali menggelora cetar membahana. Banyak pihak yang menyayangkan hal ini.
Padahal jika kita mau melihat sejarah NU, adalah suatu hal yang sangat lumrah bagi Kyai NU untuk menggertak penguasa.
Mari kita simak sekelumit diantaranya :
- Hadlrotussyaikh Hasyim Asy'arie menggertak Penguasa Arabia untuk membatalkan pembongkaran kubah makam Kanjeng Nabi, tetap membuka Makkah Madinah bagi semua kaum muslimin yang hendak beribadah haji, serta diperbolehkannya keberagaman madz
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+