18 Aug 2018 · 5.461 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - Saat Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari hendak mendirikan organisasi ulama (belum bernama NU), beliau sempat menyebutnya sebagai Jam’iyyah Ulama, atau Perkumpulan Ulama. Kemudian di saat para ulama berkumpul di Jl. Bubutan Surabaya, 3 Januari 1926 M/ 16 Rajab 1344 H, adalah Kyai Mas Alwi yang kemudian mengusulkan nama Nahdlatul Ulama.
Sebelum berdirinya NU, kata Nahdlah (bangkit) di kalangan para ulama bukanlah kata yang asing. Misalnya ditemukan dalam nama Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Saudagar) dan Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Negeri).
Ketika mendangar usulan Kyai Mas Alwi itu, Hadratussyaikh KH. Hasyim bertanya; “Mengapa Nahdlatul Ulama?” Lalu Kyai Mas Alwi menjawab; “Sebab tidak semua ulama memiliki jiwa Nahdlah, Kyai. Ada ulama yang sekedar diam di pondoknya saja, dan yang ada di dalam organisasi ini adalah ulama yang memiliki jiwa Nahdlah itu.”
Setelah mendengar penjelasan itu, akhirnya Hadratussyaikh KH.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+