19 Aug 2018 · 4.977 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Ketua Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta Timur (Jaktim), Syarif Cakhyono mengatakan, ruh NU salah satu cabangnya adalah menghidupkan pengajian-pengajian kitab di masjid dan majelis ta'lim.
"Jika pengurus NU, jam’iyahnya dan jama'ahnya mengamalkan model pengajian kitab, mudzakaroh atau dengan lailatul ijtimak, maka dipastikan mereka tidak akan belajar dari youtube atau media sosial lainnya," kata Cakhyono usai pengajian di majelis Nurul Fajar, Pasar Rebo Jaktim, Minggu (19/8/18) pagi.
Menurut Cakhyono, warga NU di DKI Jakarta khususnya di lingkungan NU Jaktim, sudah banyak beralih ke paham selain NU. Apalagi, kata dia menjelaskan, paham lain yang tidak sejalan dengan amaliyah ahlu sunah wal jama'ah (aswaja).
"Sekarang ini kenapa warga NU seneng dengan ustadz-ustadz, pendakwah yang bertolak belakang dengan amaliyah aswaja. Karena pengurus NU malas, enggan, dan kurang 'greget' pada pengajian kitab dima
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+