27 Aug 2018 Β· 15.252 dibaca · Pesantren
Profil
Berdirinya pesantren Nuhiyah adalah lanjutan tradisi pengajian sorogan yang berkembang secara massif di Pambusuang khususnya di awal abad ke 20 M.
Pengajian di masjid Pambusuang yang diasuh H. Alwi bin H. Lolo bin H. Muhammad Nuh dan H. Sahabuddin bin Bokhari bin Nuh pada tahun 1927-1928 merupakan titik awal dari kemunculan pesantren Nuhiyah. Pengajian di masjid ini kemudian dilanjutkan oleh Muhammad Yasin dan H. Muhammad Ghalib (keduanyamerupakan cucu H. Muhammad Nuh) pada tahun 1934.
Lambat laun santri yang ikut dalam pengajian ini berkembang dengan pesat. Langgar tempat pengajian dirasakan tidak lagi kondusif sebagai tempat pengajian akhirnya dilakukan pemugaran langgar secara besar-besaran dengan kontruksi bangunan susunan batu sedimen tapi sudah menggunakan semacam bahan semen sebagai perekatnya seluas 18×18 meter dengan daya tampung kurang lebih 300 orang. Ketika Annang Guru Hasan bin Sahil cucu dari H. Muhammad Nuh menjabat Imam masjid Pambusuang sekaligus pemimpin kajian kitab di langgar pada tahun 1935, memb
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+