Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Anas Mahfudz
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Anas Mahfudz

lahir 1907 M · 14.218 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Berperawakan kurus tinggi, berhidung mancung dengan sorot mata tajam namun teduh, mengingatkan kita kepada ciri-ciri fisik imam agung Asy Syafi’i rah.a. Itulah sosok Kiai Haji Anas Mahfuzh

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil KH. Anas Mahfudz

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Mendirikan Madrasah
  5. Peranan di Nahdlatul Ulama (NU)
  6. Pejuang Melawan Penjajah
  7. Karier

Kelahiran

KH. Anas Mahfuzh lahir pada tahun 1328 H atau bertepatan pada tahun 1907 M, di Lumajang. Beliau merupakan putra dari KH. Zen bin Idris, seorang pendatang yang hijrah dari daerah Pasuruan ke Lumajang.

Mula-mula ayah beliau bekerja sebagai seorang buruh tani yang bertugas menggarap dan menjaga sawah milik beberapa orang petani. Lambat laun, atas kerja keras dan ketekunannya, beliau menjadi seorang petani sukses di masanya, sampai-sampai di seantero Lumajang beliau terkenal sebagai salah seorang yang terkaya bersama salah seorang pengusaha keturunan Cina yang menguasai perdagangan kala itu.

Wafat

Pada tahun 1989, KH. Anas Mahfuzh kembali keharibaan-Nya. Ratusan ribu pentakziah dari dalam dan luar kota Lumajang membanjiri Alun-alun Lumajang bagai air bah menghantar kepergiannya. Saksi mata yang pada waktu itu menyaksikan iring-iringan jenazah melihat keranda jenazahnya berjalan diatas kepala para pentakziah seakan tanpa dipikul karena saking banyaknya orang yang menyangga silih berganti sampai ke pemakaman. Beliau dikebumikan di pemakaman umum Jogoyudan Lumajang.

Pendidikan

KH. Anas Mahfuzh memulai pendidikannya dengan belajar agama kepada orang tuanya sendiri Kiai Zen, lalu beliau meneruskan pelajarannya kepada pamandanya, KH. Ghozali bin Abror Gambiran, salah seorang ulama kharismatik pada masa itu.

Tidak puas belajar di tempat tinggalnya, beliau nyantri di Pondok Pesantren Tremas Pacitan, kemudian meneruskan studinya ke Pondok Pesantren Tebuireng asuhan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari.

Disini beliau mendapat pujian dari Hadaratussyekh sebagai salah seorang santri yang masuk kategori alim. Terkadang disaat Hadratussyekh sedang berhalangan Kiai Anas Mahfuzh didaulat menjadi badal menggantikan Hadratussyekh mengajar santri-santri beliau mengaji weton.

Dari Pesantren Tebuireng Jombang beliau meneruskan pengajiannya ke Pondok Pesantren Jamsaren Solo yang pada waktu itu tersohor sebagai pesantren yang memperkenalkan pemikiran-pemikiran modern.

Kemudian beliau melanjutkan petualangannya sampai ke Mekkah. Di tanah suci beliau bermukim cukup lama sampai marak perselisihan politik antara para penyokong Wahabisme dan Kaum Tradisionalis Sunni yang berujung kepada banyaknya penangkapan dan pengusiran para politisi dan ulama-ulama Sunni yang tidak sepaham dengan ajaran dan semangat pembaharuan Kaum Wahabi yang didukung kekuatan militer Ibnu Su’ud dukungan Inggris, yang berhasil merebut hijaz pada tahun 1924 M. dan kemudian berhasil mendirikan kerajaan Saudi Arabia pada tahun 1936 M.

Mendirikan Madrasah

Selepas dari Tebuireng, dua tahun setelah Jam’iyyah Nahdlatul Ulama didirikan, tepatnya pada tahun 1928 M. Kiai anas Mahfuzh merintis Madrasah Nurul Islam. Sebagai salah seorang murid

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+