30 Aug 2018 Β· 8.679 dibaca · Hikmah
Pada suatu hari di sebuah desa di daerah Tapal Kuda, Jawa Timur, Kiai As'ad Syamsul Arifin mendapat kabar ada masjid yang tak pernah terisi penuh setiap kali Jumatan digelar. Padahal seluruh penduduk di desa itu menyebut diri mereka sebagai muslim. Setelah diselidiki, ternyata di desa itu ada seorang dedengkot bromocorah yang tak pernah Jumatan, apalagi salat, dan sangat ditakuti warga sekitar.
Akhirnya Kiai As'ad memutuskan menemui si bromocorah , yang menyambutnya dengan penuh ketar-ketir. Dia mengira akan didamprat habis oleh sang kiai. Umpan, Kiai As'ad bukan cuma dikenal sebagai guru mengaji para santri, tapi juga punya aji-aji mumpuni. Para jawara, bajingan, dan bandit di sejumlah daerah di Tapal Kuda bertekuk lutut kepadanya.
Ternyata dia keliru. Kiai As'ad justru datang dengan sikap santun dan tutur kata halus. Kepada si bromocorah , As'ad berjanji akan berkumpul dengannya, baik di dunia maupun di akhirat, andai dia dan segenap warga desa berkenan memakmurkan mas
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+