31 Aug 2018 Β· 26.104 dibaca · Pesantren
Profil
Pesantren Cipari didirikan oleh KH. Zaenal Abidin yang dikenal dengan sebutan Eyang Bungsu pada abad 19, yang lebih menitikberatkan pada pendidikan non formal berupa majelis ta’lim untuk masyarakat, pengajian kitab kuning dan Al-Qur’an untuk para santri. Pada awal abad 20, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh KH. Harmaen. Pada masa inilah peran serta pesantren Cipari dalam kancah perjuangan bangsa menjadi salah satu bidang garapannya, terutama ketika meletusnya peristiwa Afdelling Affairs B Cimareme, dimana para tokoh pesantren banyak yang ditangkap dan dipenjarakan Belanda.
Menjelang kemerdekaan dan awal kemerdekaan, kepemimpinan Pesantren dilanjutkan oleh anak-anak KH. Harmaen, diantaranya H. Abdul Kudus, KH. Yusuf Tauziri dan Hj. Siti Quraisyin. Pada masa kemerdekaan, PP. Cipari sudah berbentuk Yayasan, dengan bidang kegiatan Majelis Ta’lim, pendidikan Formal dan non-formal. Pendidikan formal baru dibuka di pesantren ini sekitar tahun 1970-an dengan mendirikan Madrasah Tsanawiyah dan SPIAIN. Sekita perteng
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+