Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Imam al-Buwaiti
✓ Terverifikasi Tim Riset

Imam al-Buwaiti

lahir 0846 M · 20.568 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nama lengkao beliau adalah Abu Ya’kub bin Yusuf bin Yahya al-Buwaiti, lahir di desa Buwaiti (Mesir) dan wafat 231 Hijriyah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil Imam al-Buwaiti

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Mendirikan Lembaga Pendidikan
  5. Penerus Imam Syafi’i
  6. Melawan Paham Mu’tazilah
  7. Karya-Karya
  8. Chart Silsilah Sanad
  9. Referensi

1. Kelahiran

Abu Ya’kub Yusuf bin Yahya al Buwaithi atau yang kerap disapa dengan Imam al-Buwaiti lahir di desa Buwaith (Mesir).

2. Wafat

Imam Al-Buwaithi dipanggil oleh Sang Khalik pada bulan Rojab tahun 231 H. Kepergian pahlawan kebenaran itu membuat para tokoh agama dari penjuru dunia terlebih ulama Mesir merasakan oase ilmu pengetahuan yang tak pernah kering ini hilang tertimbun. Dan benarlah firasat Imam Syafi’i tentang murid-muridnya yang beliau ungkapkan ketika masih hidup.  Suatu hari Imam Syafi’i berkata kepada muridnya Al-Muzanni dan Al-Buwaithi, Beliau melihat kepada Al-Muzanni dan berkata, ‘Engkau akan mati karena berdebat’ dan kepada Al-Buwaithi ‘Engkau akan mati dalam penjara’.

Dan benar, Imam Al-Buwaithi menghembuskan nafas terakhir di dalam penjara menjadi kenyataan. Perjalanan Imam Al-Buwaithi mulai dari nol hingga wafat dapat menjadi suri tauladan bagi umat manusia bahwa memperjuangkan Islam mencapai membutuhkan pengorbanan dan berton-ton cucuran keringat. Keberanian beliau untuk menyatakan kebenaran sebagai sikap kepahlawanan juga merupakan hal yang sulit ditiru oleh orang lain.

3. Pendidikan

Ketika kecil beliau mulai belajar menghafal Al-Quran, kemudian belajar fiqih, tafsir, ilmu kalam, bahasa Arab dan ilmu yang lain. Bersandar pada mazhab Imam Malik kemudian berpindah ke mazhab Syafi’i setelah Imam Syafi’i datang dan tinggal di Mesir. Al-Buwaithi menjadi murid spesial Imam Syafi’i sampai beliau wafat. Dan menjadi orang yang menyebarkan mazhab Syafi’i kepada masyarakat.

4. Mendirikan Lembaga Pendidikan

Al Buwaithi juga memimpin Lembaga Nahi Munkar atas perintah Asy Syafi'i; bersama aparat bahu-membahu mencegah maksiat di Kairo. Imam Al-Buwaithi juga memiliki kebiasaan membangun fasilitas umum untuk masyarakat, dan tidak jarang beliau mendapatkan kepercayaan dari Imam Syafi’i untuk berfatwa.Suatu hari, datanglah seseorang kepada Imam Syafi’i untuk meminta fatwa atas garis pembatas tanah namun Imam Syafi’i tidak menjawab tetapi beliau membawa permasalahan tersebut kepada Imam Al-Buwaithi seraya berkata,“Orang ini (Imam Al-Buwaithi) adalah lisanku ”.

5. Penerus Imam Syafi’i

Menjelang detik-detik kepergian Imam Syafi’i, Al-Humaidi sebagai murid yang dituakan mendekat ke ranjang imam Syafi’i, dia memohon agar sang guru menunjuk pewaris majlisnya sebab dia khawatir akan adanya perselisisihan kelak sepeninggalan beliau. “Tidak ada yang lebih berhak atas majlisku selain Al-Buwaithi” ujar Sang Guru.

Beliau berwasiat pada para muridnya untuk terus berada di majlis imam Al-Buwaithi. Oleh karena itulah Imam Al-Buwaithi selalu menggantikan peranan Imam Syafi’i dalam segala hal setelah beliau wafat. Puncaknya, tidak sedikit para murid Al-Buwaithi yang menjadi imam dan menyebar keseluruh penjuru dunia.Bersamaan dengan derajat dan kemasyhuran Imam Al-Buwaithi yang terus naik daun, tidak sedikit orang yang dengki dan ingin menjatuhkan beliau.

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+