06 Sep 2018 · 4.366 dibaca · Kolom
LADUNI.ID I KOLOM- Kehadiran “Dayah Warkop” sang mad’u (sasaran dakwah) disini mereka yang berinteraksi di warkop tersebut sangat beragam. Dalam pandangan salah seorag ulama menyebutkan bahwa mad’u itu menjadi tiga golongan yaitu pertama, golongan cerdik cendekia yang cinta kepada kebenaran, dapat berfikir secara kritis, dan cepat dapat menangkap persoalan. Kedua, golongan awam, yaitu orang kebanyakan yang belum dapat berpikir secara kritis dan mendalam, serta belum dapat menangkap pengertian-pengertian yang tinggi. Ketiga, Golongan yang berbeda dengan keduanya, mereka senang membahas sesuatu tetapi hanya dalam batas tertentu saja, dan tidak mampu membahasnya secara mendalam. (Rizqi Wahyudi, Unsur Dakwah, 2014).
Hal ini tentunya akan disesuaikan dengan kondisi kekiniaan tanpa menghilangkan identitas warkop itu sendiri dengan menghilangkan fungsi komersial warung kopi (warkop) dan menjadikannya laksana dayah, masjid atau majlis taklim Warkop tetap dipertahankan fungsinya sebagai komunitas ko
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+