06 Sep 2018 Β· 3.787 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Probolinggo - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, Islam dan nasionalisme harus saling memperkuat dan tidak boleh dipertentangkan. Nasionalisme yang merupakan bagian dari keimanan Islam orang Indonesia, khususnya masyarakat NU, telah ada sejak zaman pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari.
"Nasionalisme bagian dari iman. Oleh karena itu saya berpesan agar warga muslim di negeri ini mencintai tanah air," katanya.
Hal tersebut disampaikan saat dirinya memberi kuliah umum dengan tema Ngaji Bareng Ke-NU-an dan Kebangsaan di kampus Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong Kraksaan, Rabu (5/9/2018) kemarin.
Kyai Said Aqil Siroj mengingatkan, jangan menggunakan agama untuk tujuan politik. Artinya agama dan politik harus di pisahkan. "Mari kita gunakan politik untuk memperkuat agama. Memperkuat agama bukan harus menghantam yang lain," terangnya.
Pada masa kini, lanjutnya, amanah menjaga ukhuwah wathaniyah dituntut semakin nyata. Di tenga
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+