Al-Mas'udi dan Abu al-Hasan Ali ibn al-Husayn ibn Ali al-Mas'ud adalah ahli sejarah dan ahli geografi yang lahir di Baghdad, Iraq
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Riwayat Hidup Imam al-Mas’udi
Kelahiran
Abu al-Hasan Ali ibn al-Husayn ibn Ali al-Mas'ud atau yang kerap disapa dengan panggilan Imam al-Mas’udi lahir pada saat menjelang akhir abad ke-9 M, di Baghdad, Iraq.
Sedangkan menurut buku berjudul Al-Mas’udi and His World, al-Mas’udi dilahirkan pada tahun 283 H atau 895 M di kota Baghdad. Dia berketurunan Arab yaitu keturunan Abdullah bin Mas'ud seorang sahabat Nabi Muhammad (saw).
Al- Mas'udi adalah seorang ahli sejarah, geografi, geologi, zoologi, ensiklopedi dalam bidang sains Islam, sekaligus pengembara. Banyak negari yang telah dia kunjungi dan puluhan karya yang telah dihasilkan. Al mas'Udi disebut sebagai Pilinius dari sastra Arab, karena pengetahuan geografinya.
Dalam bukunya Muruj az-Zahab wa Ma'adin al-jawahir, ia menjelaskan bagaimana terjadinya gempa bumi. Ia juga berkisah tentang laut mati; dan tentang kincir angin pertama, yang menurutnya mungkin sekali merupakan penemuan orang Islam. Ia juga merumuskan teori yang dapat dikatakan sebagai dasar awal dari teori evolusi.
Wafat
Al Masudi meninggal dunia di Fustat (Mesir) pada tahun 345 H atau 956 M.
Pendidikan
Setelah menyelesaikan pendidikan pertama yang diterima dari ayahnya, al-Mas'udi segera merencanakan untuk mendalami sejarah, adat istiadat, kebiasaan, dan cara hidup setiap negeri. Ia juga banyak mempelajari ajaran kristen dan yahudi, serta sejarah barat dan Timur yang berlatar belakang Kristen dan Yahudi.
Pengembaraan Intelektualnya dimulai dengan mengunjungi negeri Iran dan Kirman (915). Ia juga bermukim di Ushtukhar, Persia dan dari sana pergi ke India, mengunjungi Multan dan al-Manshura. Bersama para pedagang, ia melanjutkan pengembaraannya ke Ceylon (Srilanka) dan ia ikut mengarungi laut Cina. Dalam perjalanan pulang ia mengelilingi Samudra Hindia dan kemudian mengunjungi Oman, Zanzibar, Pesisir afrika Timur, Sudan, dan Madagaskar.
Pada tahun 926 M ia kembali mengadakan perjalanan ke beberapa negeri seperti Tiberias, (Suriah) dan Palestina, serta tahun 943 M ke antioch (Suriah). Ia juga mengelilingi negeri-negeri Irak dan Arab Selatan. Sepuluh tahun terakhir hidupnya dilalui di Suriah dan dan kemudian di Mesir.
Kemudian melanjutkan ke Persia, di sana dia tinggal selama lebih kurang setahun di Istakhar yaitu pada tahun 305H/915M. Dan di Baghdad dia pergi ke India (916M) dan mengunjungi kota Multan dan kota al-Mansurah (Mansura). Kemudian dia kembali ke Persia setelah mengunjungi Kusman. Mansura pada zaman al-Mas'udi adalah kota yang paling maju di India Barat dan menjadi ibu kota negeri bagian Sind dalam karyanya Muruj alDhahab wa Ma'adin al-Jawahir, dia menceritakan bahwa kota tersebut terletak di tepi Sungai Indus (dekat Hyderabad Slang) .
Nama kota itu diambil nama Mansur bin Jumhur (gubernur pemerintahan Bani Umayyah di Sind). Ia dihuni oleh sejumlah penduduk golongan sayid (pemimpin kabilah). Sebelum pertapakan Islam, beberapa wilayah di sekitar lembah Sungai Indus dikuasai oleh raja-raja Hindu. Namun, setelah terjadi dakwah oleh da'i-da'i Islam, raja-raja Hindu tersebut telah terpengaruh dengan ajaran Islam dan menganggap orang Islam sebagai lambang perdamaian dan kehidupan yang baik.
Di India al-Mas'udi juga melakukan penelitian tentang flora dan fauna. Penelitian dilakukan di tepi laut dekat dengan Bombay. Antara bahan-bahan penelitian Al Masudi adalah gajah, burung merak, burung kakatua, jeruk, kelapa dan lain-lain. Kemudian al-Mas'udi bersama-sama dengan penjelajah lainnya melanjutkan pelayaran melalui Bombay, Deccan da
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

