Oleh: M. Hasani Mubarok
AKtivis PMII IAIN Pontianak
Sekitar awal tahun 2000-an, orang yang menggunakan cadar di Kota Pontianak masih bisa dihitung dengan jari. Di kampung-kampung, perempuan bercadar identik dengan apa yang dikenal dengan istilah “Orang Quba”, belakangan diketahui bahwa mereka adalah pengikut Jama’ah Tabligh. Rata-rata istri dari mereka menggunakan cadar yang menempel di kerudung, baju gamis lengkap dengan sarung tangan dan kaos kakinya. Perempuan bercadar pada saat itu memang sedikit dan biasanya tidak terlalu banyak bergaul dengan warga setempat, melainkan hanya sesamanya saja.
Di antara beberapa kampung, Parit Sumber Bahagia (Desa Sumber Bahagia, Kabupaten Kubu Raya) pada waktu itu termasuk salah satu kampung yang di dalamnya ada orang Quba atau Jama’ah Tabligh ini, meski hanya satu keluarga. Yang laki-laki selalu salat tepat waktu di masjid, sedangkan istrinya lebih sering di rumah, bahkan tak keluar sama sekali kecuali bersama sang suami, menaiki motor enta
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+