13 Sep 2018 · 4.231 dibaca · Kolom
LADUNI.ID. KOLOM- Para ulama dalam setiap perbuatan dan amaliah tetap berlandaskan kepada dalil syar’i berupa al-quran dan hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan lainnya. Al-quran telah memerintahkan kepada kita untuk berabithah. Pembahasan ini diungkapkan dalam firman-Nya yang berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah kamu kepada Allah SWT, supaya kamu beruntung (sukses)” (Q.S. Ali Imran 3 : 200).
Dalam ayat diatas, perkataan " Warabitu" telah dijelaskan penafsiran dan ulasannya oleh para ahli tafsir. Paparan dan ulasan mereka itu meliputi penafsiran secara dhahir dan maknawi sehingga melahirkan aspek rabitah zahir dan rabitah batin. Antara rabitah zahir yang dimaksudkan seperti yang diuraikan oleh ahli tafsir itu seperti yang diutarakan Syekh Ibnu kasir dalam tasirnya, beliau menafsirkan “ribath” dalam ayat diatas kepada dua makna yaitu:
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+