16 Sep 2018 · 2.777 dibaca · Kolom
LADUNI.ID-KOLOM- Salah satu fenomena yang terjadi dalam dunia pendidikan dan masyarakat seolah-olah menuntut ilmu manakala diuraikan sekitar permasalahan adab, menghormati dan memuliakan guru, sebagian masyarakat menyikapi persoalaan tersebut seolah itu menu “khusus” didunia dayah (baca: belajar ilmu agama), padahal permasalahan demkian berlaku disemua jenjang, strata dan lembaga pendidikan serta tidak terkhusus dayah (pesantren, balee beut dan sejenisnya) saja.
Para penuntut ilmu yang mampu mengaplikasikan anjuran untuk menghormati dan memuliakan guru serta hal lain yang berkaitan dengannya baik di sekolah, dayah, perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan lainnya tentu saja keberkahan ilmu dan ridha Allah SWT akan menjemput mereka juga sebaliknya. Ada juga sebagian penunutut ilmu yang masih berasumsi yang layak di hormati itu hanya guru dayah (baca: guru pengajian agama)sedangkan guru sekolah atau dosen “boleh-boleh” saja tidak di hormati karena tidak “teumeurka” (durhaka).
Ini pe
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+