21 Sep 2018 · 1.399 dibaca · Ekonomi
LADUNI.ID, Jakarta - Gejolak yang terjadi pada ekonomi global baik akibat perang dagang maupun krisis ekonomi di sejumlah negara berkembang di tengah normalisasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) telah mengakibatkan portofolio di Indonesia dan sejumlah negara berkembang keluar, kondisi tersebut hanya akan menekan pertumbuhan Indonesia dan tidak akan sampai menyeretnya ke dalam pusaran krisis ekonomi.
Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Rodrigo A Chaves mengatakan 2018 ini, Indonesia cukup kuat dan menjadi negara yang jauh dari krisis.
"Fundamental ekonominya masih terjaga," katanya seperti dikutip dari Antara, Kamis (20/9).
Lead Country Economist Bank Dunia Frederico Gil Sander mengatakan selain fundamental, kecilnya risiko krisis juga terjadi akibat kuatnya komitmen pemerintah dan bank sentral menjaga stabilitas ekonomi.
Bank Dunia menilai saat menghadapi imbas gejolak ekonomi global belakangan ini koordinasi BI dan pemerintah dalam menjaga fundamental ekonomi cukup ba
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+