22 Sep 2018 · 2.956 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - Cerita tentang Pangeran Diponegoro yang kemudian dilanjutkan oleh para pengikutnya termasuk dalam golongan folklor. Hal ini sesuai dengan ciri-ciri folklor, berupa: pertama disebarkan secara lisan, dari mulut ke mulut dari generasi ke generasi berikutnya. Kedua tradisional, disebarkan dalam jangka waktu yang lama dan paling sedikit 2 generasi. Ketiga anonim, atau yang artinya nama sang pencipta folklor tidak diketahui lagi. Keempat berfungsi sebagai alat pendidik dan protes sosial. Kelima bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika sendiri yang berbeda dengan logika pada umumnya. Keenam milik bersama. Ketujuh terlihat polos dan lugu, sehingga terkesan kasar dan spontan, itu karena agar mudah dipahami dan diingat.
Tradisi lisan mengisahkan bahwa Diponegoro memang telah tertangkap dan diasingkan ke luar pulau Jawa. Selanjutnya, muncullah cerita baru tentang pasukan Diponegoro yang terpisah-pisah satu sama lainnya dan menuju ke berbagai tempat. Salah satu cerita ialah tentang Kyai Zakaria atau yang sering diseb
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+