24 Sep 2018 · 1.973 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Batam - Kementerian Agama RI melalui Bimas Agama, Kerukunan dan Aliran keagamaan saat ini sedang mematangkan penyusunan Modul Dakwah di media sosial. Langkah strategis ini diambil karena sekarang tidak sedikit fenomena kasus perilaku dakwah di media sosial justru malah cenderung provokatif, bahkan ada muatan dakwah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan sumbernya.
Demikian disampaikan Kabid Litbang Bimas Agama, Aliran dan Kerukunan keagamaan Sholahuddin pada acara Uji Coba Modul Pelatihan Dai untuk Dakwah Di Media Sosial yang berlangsung pada Jumat-Ahad (21-23/9) di Batam, Kepulauan Riau.
Materi yang dibahas yakni tentang hasil Survei Perilaku Keberagamaan di Media Sosial, Bahwa media sosial mempengaruhi, Daya Dukung Media Sosial dan Daya Dukung Dakwah di Era Digital, Pengembangan Pesantren Digital, dan Dai Berakhlak di Media Sosial.
Materi-materi ini selain dipaparkan oleh narasumber, juga dievaluasi oleh para dai yang hadir pada acara itu.
Sholahuddin menjelaskan bahwa uji coba modul ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan ser
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+