29 Sep 2018 Β· 6.023 dibaca · Sufi
LADUNI.ID, TASAWUF- Paham wahdatul wujud dalam perjalanannya mengalami kontroversi pemahaman dikalangan ulama. Berdasarkan dari kutipan beberapa sumber menyebutkan , kesalahpahaman berkenaan Wahdatul wujud ini, melahirkan dua golongan:
Pertama, Golongan yang menentang, lalu menghukum sesat orang-orang yang berpegang dengan Wahdatul-wujud. Para teolog, khususnya Ibnu Taymiyah dan ulama yang sepaham tentu mengkafirkan Al-Hallaj, dan termasuk juga mengkafirkan Ibnu Araby, dengan tuduhan keduanya adalah penganut Wahdatul Wujud atau pantheisme. Padahal dalam seluruh pandangan Al-Hallaj dan para sufi lainnya, tidak satu pun kata atau kalimat yang menggunakan Wahdatul Wujud dengan makna kesatuan wujud antara hamba dengan Khaliq.
Wahdatul Wujud dengan makna pantheisme hanyalah penafsiran keliru secara filosofis atas wacana-wacana Al-Hallaj, Ibnu Araby, Syekh Siti Jenar dan para sufi lainnya. Yang benar adalah Wahdatul Wujud dengan makna Wahdatusy Syuhud (Kesatuan Penyaksian). Sebab yang manunggal itu adalah penyaksiannya
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+