30 Sep 2018 · 2.630 dibaca · Fisabilillah
LADUNI,ID, HUKUM- Mahmūd sendiri dalam kitabnya al-Tafsīr al-Wādhih mejelaskan sebagai berikut ini : Secara zhahīr, ada rahasia dalam ta’bīr al-qur`an dengan lam yang berfaedah untuk milik pada enam mustahik yang pertama (fakir, miskin, amil, muallaf, ghārim, ibnu sabil) dan untuk dua mustahik yang terakhir di-ta’bīr dengan fī. Rahasianya adalah untuk enam mustahik pertama mesti sesuatu yang bisa memiliki (ahl al-tamalluk). Sedangkan untuk dua mustahik terakhir tidak disyaratkan sesuatu yang bisa memiliki, tetapi boleh diberikan untuk kemaslahatn umat Islam.( Muhammad Mahmūd, al-Tafsīr al-Wādhih ..., h. 897.)
Selanjutnya penafsiran ini jika ditelusuri lebih dalam akan didapatkan sedikit kerancuan, karena dalam ayat tersebut ibnu sabil dan ghārim di-ta’bīr dengan fī bukan dengan lam. Sedangkan Mahmūd mengatakan bahwa ibnu sabil dan ghārim di-ta’bīr dengan lam dan hal ini jelas kontradiktif.
Bahkan al-Rāzī dalam kitabnya Mafātīh al-Ghaib mengatakan hal yang berbeda dengan apa yang dikemukakan oleh Mahmūd, dengan reda
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+