04 Oct 2018 Β· 1.512 dibaca · Kolom
PETARUNG
Ada dua orang bertarung. Si A dengan tenang mengatur jurus dan emosi.. Lawannya, Si B, cepat menyerang. Serangannya sengit tapi tergesa-gesa. Ia mengambil apa saja untuk jadi senjata.
Pada suatu momen, ia memungut sesuatu untuk dilemparkan ke arah si A. Ternyata, yang dipungutnya tahi seorang anak buahnya.
Lemparan tak kena. Hanya bau dan kotoran menyebar — terutama ke muka B sendiri.
Kita tahu, siapa yang TIDAK BISA kita andalkan sebagai pendekar.
RATNA
Seorang pemimpin yang baik adalah seorang yang matang dalam berpikir sebelum bertindak.
Andaikan saya Prabowo. Pada suatu senja yang gerah, Ratna Sarumpaet, anggota kubu saya, datang mengadu. Ia bilang ia diserang fisik, termasuk diinjak perutnya, oleh orang-orang yang tak dikenal.
Ya, saya akan dengarkan dia dengan seksama. Tapi pada saat yang sama saya akan berpikir baik-baik:
Apa alasan orang-orang itu menyerang Ratna? Alasan politik? Jangan-jangan alasan kriminal? Atau bahkan alasan pribadi, misalnya
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+