04 Oct 2018 · 3.494 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta - Saat berjuang merebut kemerdekaan, santri dengan komando sang guru, para ulama, semuanya berada di garda terdepan dalam melawan penjajahan.
Tidak sedikit korban nyawa dari para ulama dan para santri yang identik sebagai "kaum sarungan". Perlawanan yang tiada lelah itu ada bukti kesetiaan dan cintah tanah air yang tidak bisa diragukan oleh siapapun.
Setelah kemerdekaan dapat dinikmati, elemen santri di bawah didikan dayah atau pesantren dituntut harus mampu mengoptimalkan dirinya dalam mengisi kemerdekaan, walaupun pemerintah belum sepenuhnya menaruh perhatian, atau dengan kata lain masih memandang "sebelah mata".
Dalam hal ini yang dimaksud adalah perhatian terkait keberadaan dan kesejahteraan santri di dalam dayah/pesantren serta elemennya, tidak lebih dipandang seutuhnya dibandingkan dengan pendidikan formal seperti universitas, sekolah dan lainnya.
Memang demikianlah kenyataanya. Meski belakangan muncul suara-suara dari parlemen yang menggaungkan agar perhatian p
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+