08 Oct 2018 · 2.906 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, Jakarta - Setiap kali kita mendengar nama Drajat, ada berapakah bayangan yang terlintas di benak kita? Pertama, Drajat kita persepsikan sebagai sebuah tingkatan, pangkat, kedudukan, martabat, dan kedudukan manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Kedua. Nama Drajat akan memunculkan bayangan kita kepada sosok yang lahir pada tahun 1470 M. Siapakah ia? Ahmad Mudlor dalam bukunya yang berjudul Sejarah dan Dakwah Islamiyah Sunan Giri menyebut tokoh ini bernama Sunan Drajat. Orang tuanya berasal dari Surabaya. Orang tua beliau dari jalur ayah bernama Raden Rahmat yang terkenal dengan Sunan Ampel, salah satu anggota Walisongo yang memiliki wilayah dakwah di daerah Ampel Denta, Surabaya, Jawa Timur. Sementara dari pihak ibu bernama Nyai Ageng Gede Manila atau Candrawati, putri dari Arya Teja.
Kedua persepsi itu, yaitu kedudukan manusia sebagai makhluk sosial dan hamba Allah, serta sosok yang sangat berjasa dalam mensyiarkan Islam di pantai utara Jawa. Bagi masyarakat Lamongan bahkan Jawa Timur, dua persepsi itu sangat diyakini
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+