08 Oct 2018 · 6.592 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - Teuku Fakeh Mahmud, Teuku Muda Dalam, dan Teuku M. Ali, yang semuanya berasal dari Pidie, merupaka tokoh-tokoh penting dalam sejarah pergerakan Islam di Aceh. Mereka adalah anggota Jam’iyat Al-Diniyah yang mendirikan Madrasah Sa’adah ‘Abadiyah di Sigli, Pidie, yang menjadi salah satu pusat pendidikan dan dakwah di wilayah tersebut. Namun, meskipun memiliki peran sentral dalam pengembangan agama dan pendidikan, para uleebalang tersebut tidak mampu menghilangkan ketidakpuasan yang berkembang di kalangan petani, yang merasa terpinggirikan oleh kebijakan dan tindakan uleebalang.
Ketidakpuasan ini menciptakan atmosfer ketegangan sosial yang memunculkan ulama sebagai tokoh alternatif dalam memimpin dan memperjuangkan hak-hak rakyat. Ketidakpuasan yang medalam terhadap peran uleebalang sebagai penguasa lokal menjadi salah satu faktor yang mendasari dukungan besar yang diterima oleh ulama dalam pergerakan pembaharuan yang dimulai pada tahun 1920 Masehi. Puncak gerakan ini tercatat pada tahun 1930 masehi, ketika ulama mendirikan Persatuan Ul
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+