10 Oct 2018 · 2.232 dibaca · Hikmah
Suatu ketika, seorang pria sowan kepada Buya Hamka. Dengan sinis, dia bercerita. “Sungguh saya tidak menyangka, Buya, ternyata di Makkah itu ada pelacur, lho. Kok bisa ya Buya?"
“Oh ya?,” sahut Buya Hamka. “Saya baru saja dari Los Angeles dan New York, dan masyaAllah, ternyata di sana tidak ada pelacur.”
“Ah, mustahil, Buya! Di Makkah saja ada kok. Pasti di Amerika jauh lebih banyak lagi!,” sanggah pria itu.
“Kita memang hanya akan dipertemukan, dengan apa-apa yang kita cari.” tukas Buya dengan senyumnya yang meneduhkan.
Dari jawaban Buya Hamka, saya jadi ingat cara pandang kita terhadap sebuah peristiwa. Kalau mau mencari yang jelek-jelek, niscaya kita bakal menemukannya. Demikian pula sebaliknya.
Soal bencana juga sama. Kalau kita terlampau banyak suudzon dan pikiran dijejali sangkaan kotor, niscaya bakal mencari kejelekannya. Misalnya, Aceh, Jogja, Lombok dan Palu banyak kemaksiatan, maka Allah menimpakan bencana kepada penduduknya. N
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+