16 Oct 2018 Β· 8.233 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Praya - Almarhum TGH. Taqiuddin Mansyur adalah seorang ulama pekerja keras dan sangat jago mengkader murid-muridnya menjadi santri mandiri dan tidak cengeng.
Hal tersebut diungkapkan Drs. H. Marinah Hardi dan Dr. Jumarim Umar Maye ketika memberikan testimoni di acara Tahlilan, Dzikir dan do’a mengenang 7 hari wafatnya TGH. Taqiuddin Mansyur di Kantor PCNU Lombok Tengah, (15/10) kemarin.
Acara Tahlil, Dzikir dan Do’a ini dihadiri oleh Tokoh NU Se Lombok Tengah, Wakil Bupati Lombok Tengah H. L. Fathul Bahri, serta semua jajaran Banom dan Lembaga dibawah NU Lombok Tengah.
KH. Taqiuddin Mansyur yang belakangan akrab disapa Abah Taqi semasa hidupnya dikenal memiliki pendirian kukuh dan memilih cara keras mendidik murid, santri dan yunior-yuniornya di NU maupun di lembaga lain seperti PMII dan RMI.
Salah seorang murid sekaligus Juniornya, Jumarim Umar Maye menceritakan, usai Mapabda tahun 1995 ia di perintah langsung membuat acara Rapat Tahunan Rayon (RTR) PMII. Sebuah acara tahunan paling bergengsi kal
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+