Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islamโœฆ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Artikel Keagamaan

Memahami Tentang Hadits Rayah dan Liwa'

23 Oct 2018 ยท 2.473 dibaca · Artikel Keagamaan

LADUNI.ID - Hadits yang dirujuk dan digunakan HTI sebagai panji Islam dengan tulisan tauhidnya adalah dhaif dan majhul. 

Dhaif artinya lemah, dalam Fathul Bary disebutkan Musnad Wahin, artinya sanadnya teramat lemah. Bahkan di dalamnya terdapat orang dikatakan majhul. Juga ada yang mengatakan bahwa tulisan tauhid pada bendera hitam dan tauhid cuma ditambah tambahin. Sebab tidak ada keterangan lebih lanjut dalam penulisan tauhid. 

Hanya warna saja tidak ada tulisan tauhid 

Jika dibandingkan dengan hadits yang ketika Fathul Makkah dan hadits pemberian liwa kepada Sayyidina Ali tidak ada keterangan liwa tersebut bertulisan tauhid, cuma warna saja. 

Hadits ini diadopsi oleh HTI, yang katanya dari Abdullah ibn Abbas :

ูƒุงู† ุฑุงูŠุฉ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุณูˆุฏุงุก ูˆู„ูˆุงุกู‡ ุฃุจูŠุถ ู…ูƒุชูˆุจ ู„ุง ุงู„ู‡ ุงู„ุง ุงู„ู„ู‡. 

Ulama hadits mengatakan bahwa hadits tersebut lemah, musnad wahin. Alias lemah jasa, berarti dhaif. 

Jika kita takhrij (diteliti) bahwa kata tauhid pada bendera hita

๐Ÿ”’
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ€” tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →