24 Oct 2018 · 5.658 dibaca · Kolom
LADUNI.ID, Jakarta - 26 tahun yang lalu, sungguh berkah, saya ikut gelaran Rapat Akbar di Parkir Timur Senayan. 1 Maret 1992. Dari 2 juta yang direncanakan hadir, karena pemerintah waktu itu setengah hati dan cenderung menghambat, akhirnya hanya sekitar 500 ribu yang dapat berkumpul. Padahal judulnya jelas, "Ikrar Kesetiaan Warga NU pada Pancasila dan UUD 1945".
Butir kedua Ikrar Kesetiaan itu menegaskan, "Kami yakin, bahwa Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah bentuk final negara kami. Karenanya, kami teguhkan tekad kami untuk membangun dan mempertahankan derap dan langkah pembangunan bangsa kami."
Saat itu, NU seolah sendirian mempertahankan Pancasila dan UUD 1945. Bahkan pemerintah yang punya program P4, penuh dengan curiga. Tetapi NU di bawah kepemimpinan KH Moh. Ilyas Ruhiat (Rais Aam) dan KH Abdurrahman Wahid (Ketua Umum Tanfidziyah), terus maju ke muka dengan segala konsekuensi.
Jika sekarang Pancasila & UUD 1945 tetap menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegar
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+