25 Oct 2018 Β· 4.737 dibaca · Dzikir
Laduni.ID, Jakarta - Berdizkir dan membaca doa setelah menunaikan ibadah shalat telah menjadi kebiasaan sebagian besar umat Islam di Indonesia, khususnya kalangan warga Nahdliyin. Mereka melaksanakan ibadah shalat berjamaah yang kemudian dialnjutkan dengan membaca dzikir dan doa bersama dengan suara yang cukup keras atau minimal terdengar orang yang ikut berjamaah.
Namun, meski kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas yang lumrah dilakukan, ternyata tidak sedikit dijumpai satu fenomena sejumlah penceramah yang menyoal kebiasaan tersebut. Dijumpai di beberapa kantor, rumah sakit, puskesmas dan di sejumlah instansi, termasuk dalam instansi pemerintahan, diadakan pengajia yang penceramahnya mengajarkan bahwa dzikir dan doa berjamaah seusai shalat fardhu itu tidak ada dasarnya dan itu adalah termasuk amalan bid'ah, dan dianggap sebagai hanya kebiasaan kelompok tertentu, dan tidak ada dalilnya dari Rasulullah SAW.
Lalu yang terjadi, terkadang orang-orang atau pegawai kantoran yang terpengaruh dengan ceramah seperti itu, ketika shalat
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+