01 Nov 2018 · 6.340 dibaca · Sosial Budaya
Pagi ini saya ingin menulis tentang niqob/burqa/cadar. Saya ingin menulis ini karena sedikit resah dengan semakin bertambahnya siswa SMK saya yang tiba-tiba menggunakan cadar.
Tapi sebelum kesitu, buat teman-teman yang mengidentikkan cadar dengan pemahaman tertentu, saya ingin katakan. Santri-santri saya, siswi SMK yang menggunakan cadar itu saya pastikan tidak karena pemahaman agamanya, tidak karena alasan ideologis, melainkan tak lebih dari sekadar mode, ikut-ikutan atau sekadar suka-suka. Saya pernah bertanya langsung ke mereka dan saya sangat sedih mendengar jawaban mereka.
Menurut saya, pemakai cadar yang ada di Indonesia termasuk santri saya, adalah orang yang gagal faham tentang Islam dan Arab. Orang-orang ini gagal memisahkan mana Islam mana budaya Arab, seperti pakaian, bahasa, aksara, bentuk rumah, arsesoris tubuh seperti rambut dan jenggot bahkan cara makan dan minum.
Budaya-budaya Arab itu sudah ada jauh sebelum Rasulullah Muhammad SAW lahir. Bahkan dalam sejarah Makkah kita bisa baca, sebelum Bangunan Ka'bah menjadi kiblat
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+