Salah satu shalawat yang sangat populer diamalkan oleh umat Islam, khususnya di Indonesia adalah Shalawat Asyghil. Biasanya ada yang menyebutnya juga dengan istilah Shalawat “Mlipir”.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Laduni.ID, Jakarta - Salah satu shalawat yang sangat populer diamalkan oleh umat Islam, khususnya di Indonesia adalah Shalawat Asyghil. Biasanya ada yang menyebutnya juga dengan istilah Shalawat “Mlipir”. Teks redaksinya adalah sebagaimana berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
“Duh Gusti, limpahkan rahmat atas Baginda Muhammad, dan sibukkan orang-orang zalim dengan orang-orang zalim, dan keluarkan kami dari kungkungan mereka sebagai orang-orang yang selamat. Serta limpahkan pula rahmat atas keluarga dan sahabat beliau semua."
Shalawat ini sempat “ngetren” di era Orde Baru, khususnya di Jakarta. Dipopulerkan oleh radio milik Yayasan Pesantren As-Syafi'iyyah yang diasuh ulama besar Betawi, Almarhum KH. Abdullah Syafi'i (w. 1406 H). Kalangan ikhwan-akhwat tentu familiar dengan shalawat ini, karena pernah jadi intro lagu salah satu grup nasyid beken lawas. Ada yang menyebutnya “Shalawat Zalimin”, “Shalawat Salimin”, atau “Shalawat Asyghil”. Dulu saya memakai istilah 'Shalawat Sibuk', namun kayaknya lebih pas kusebut 'Shalawat Mlipir', alasannya ada di paragraf akhir.
Banyak kalangan yang mengamalkan dan mendendangkan shalawat ini menisbatkannya kepada Habib Ahmad bin Umar al-Hinduan (w. 1122 H). Sebab, shalawat ini tercantum di dalam kitab kumpulan shalawat beliau, Al-Kawakib Al-Mudhi'ah. Namun di situ beliau “hanya” mencantumkan, bukan mengarang redaksinya. Di ensiklopedi besar, Afdhalus Shalawat, susunan Syaikh Yusuf An-Nabhani (w. 1350 H) pun tak saya temukan. Kemudian kutelusur melalui Mbah Google dan menemukan data lain bahwa shighat shalawat ini jauh lebih tua.
Konon, susunan shalawat berisi doa ini kerap dipanjatkan oleh Imam Ja’far ash-Shadiq (w. 138 H), canggah Rasulullah. Salah seorang tonggak keilmuan dan spiritualitas umat di awal masa keemasan umat Islam. Beliau hidup di akhir masa Dinasti Umawiyyah dan awal era Abbasiyyah yang penuh intrik dan konflik politik.
Bagi beliau, kekacauan politik tak boleh sampai mengganggu proses pelestarian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Saat itu, ilmu pengobatan, geografi, astronomi, kimia, sastra, mulai berkembang dan diminati. Maka di setiap qunut, beliau berdoa sebagaimana shighat shalawat di atas.
Biar sajalah para peminat kekuasaan bertarung berebut jabatan dan sibuk dengan urusan mereka, asal tidak merecoki aktivitas keilmuan dan keagaamaan serta mempolitisasinya. Dengan sikap tenang serta setia pada pematangan ilmu dan spiritualitas, beliau dan para murid mampu menyongsong masa transisi itu dengan baik.
Valid atau tidaknya informasi ini, memang perlu kita periksa lagi dari sumber-sumber yang mu’tabar. Namun spirit dari shighat shalawat dan latar belakang kisahnya selalu pas dengan kondisi kehidupan kita, yang mulai lalai dengan isu-isu real kehidupan nan konstruktif, malah “ketungkul” dengan perkara politis destruktif.
Hari ini, bisa kita lihat negara-negara Timur Tengah hancur di berbagai aspek kehidupannya sebab perebutan kuasa, atas nama apapun. Boro-boro untuk pengembangan ilmu pengetahuan, untuk memenuhi sandang pangan papan pun kepayahan, mereka harus mulai dari awal.
Semoga kita semua juga tetap setia pada proses ngaji seumur hidup dan dituntun oleh Allah agar bisa “mlipir”, keluar dari ketiak pertempuran orang-orang zalim dengan aman, selamat sentosa. Biarlah bertarung para gajah, namun jangan sampai pelanduk mati di tengah-tengah.
Shallallahu ‘ala Muhammad! []
Catatan: Tulisan ini telah terbit pada tanggal 04 Septem
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

