14 Nov 2018 · 1.287 dibaca · Serial Edukasi
LADUNI.ID, KOLOM- Sebagaimana dalam media sosial, pesan hoaks yang viral di WhatsApp seringkali berbentuk teks atau gambar yang menyebar dari satu pengguna ke pengguna lain.
Pesan-pesan ini tidak memiliki sumber jelas—atau, dalam berbagai kasus, mencatut nama sumber “resmi” atau kredibel. Dengan demikian, satu-satunya penjamin kesahihan informasi adalah kepercayaan pada si pengirim pesan.
Berbeda dari media sosial seperti Facebook atau Twitter yang merupakan jaringan sosial yang relatif terbuka, persebaran konten di WhatsApp lebih tertutup.
Dalam rantai persebaran “jarkom” dan “forward-an” WhatsApp, situasi bisa dengan cepat menjadi runyam. Sangat sulit untuk melacak sumber dari hoaks viral di WhatsApp, terlebih dengan komitmen perusahaan tersebut dalam menjaga privasi penggunanya.
Dengan demikian, WhatsApp menjadi tempat yang “lebih aman” bagi penyebar hoaks. Ditambah lagi, siapa pun bisa menambahkan narasi atau menyunting gambar dan video dari hoaks yang sudah terlebih
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+