Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kolom

Sifat dan Karakteristik Tulisan

14 Nov 2018 · 7.635 dibaca · Kolom

LADUNI. ID, KOLOM-“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari".

Pramoedya Ananta Toer menuliskan kata-kata itu dalam buku 'Child of All Nations'. Penggalan kalimat di atas merujuk pada kata-kata ibunya yang sepenuh hati mencintai Pram. Dan benar saja, hingga Pram meninggalkan dunia ini, kata-katanya tak pernah mati. Ia tetap abadi.

Begitulah penggambaran betapa pentingnya menulis itu. Ia seakan punya nyawa dan hidup. Apalagi kalau tulisannya memang penuh kesan bagi pembacanya. Karena hidup, maka tulisan selayaknya pula memiliki sifat dan karakteristik.

Memulai menulis berarti bermula pula memahami apa yang kita tulis. Karena tulisan yang bernyawa adalah tulisan yang juga dengan mudah dipahami orang lain. 

Tulisan yang tidak bernyawa bisa jadi karena penulisnya nyaris tidak memahami apa yang ia utarakan.
Bukan hanya pada penulisan ilmiah, sekadar menulis di blog pun harusnya punya sifat dan karakter

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →