16 Nov 2018 · 4.704 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta - Masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia merayakan peringatan kelahiran Rasulullah SAW dengan membaca riwayat perjalanan hidupnya, sebagaimana terdapat dalam kitab Maulid Al-Barjanzi, Ad-Diba’i, Simtudrurar, Syaraful Anam, dan lainnya. Bahkan sudah menjadi tradisi pembacaan "mauleud" diiringi dengan hidangan makanan, yang sebagaimana di Aceh dikenal dengan sebutan "Khanduri Mauleud".
Sedangkan di daerah Jawa, seperti di daerah istimewa Yogyakarta, ada tradisi yang disebut dengan "Grebeg Maulid". Masyarakat kalimantan selatan ada tradisi yang dikenal dengan sebutan "Baayun Mauled". Lalu di kawasan Cirebon disebut dengan tradisi "Panjang jimat" dan banyak lagi di berbagai wilayah Indonesia dengan sebutan tradisi yang khas mengenai maulid itu.
Lantas seremonial yang telah mendarah daging dalam masyarakat tersebut apakah hanya dalam bentuk peringatan atau hanya sekadar perayaan saja?
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+