17 Nov 2018 · 2.134 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Tidak hanya membawa aqidah dan syariah, kehadiran Nabi Muhammad SAW juga membawa peradaban, budaya, dan kemajuan.
“Yang paling penting lagi yang dibawa Nabi Muhammad adalah peradaban, budaya, kemajuan. Puncaknya adalah kemanusiaan,” terang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj saat memberikan taushiyah pada Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Irfan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta, pada Jumat (16/11).
Seraya mengutip Al-Qur’an Surat al-Jumu’ah ayat 2, Kiai Said menjelaskan bahwa Allah mengutus putra Sayid Abdullah itu di negeri yang bangsanya masih ummi, yakni buta huruf, jahiliyah, terbelakang, dan primitif. Dilihat dari berbagai aspeknya, masyarakat Arab saat itu masih sangat ummi, baik dari sisi pendidikan, agama, moral, hingga budayanya.
Adapun langkah pertama Nabi, melihat fenomena itu, katanya berdasar ayat tersebut, adalah yatlu alaihim ayatih, menyampaikan ayat-ayat Al-Qur’an kepada mereka. Artinya, lanjut Kiai Said, dalam membangu
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+