18 Nov 2018 Β· 2.071 dibaca · Kolom
LADUNI. ID, ULAMA-Tidak dilarang merayakan maulid nabi dengan acara yang meriah tetapi ajaran yang diteladankan oleh Nabi Muhammad Saw jangan sampai tidak membekas di hati.
Masyarakat Islam nusantara setiap tahunnya selalu memperingati maulid jangan sampai menimbulkan ekses pelanggaran syariat dan terkadang melalaikan dalam meneladani akhlak rasulullah Saw dengan terlalu sibuk merayakannya secara seremonial.
Bukankah yang paling esensial itu adalah di samping memperingati dan juga kemudian meneladani kepribadian Nabi Muhammad Saw sehingga beliau senang melihat umat-Nya?
Namun biarpun demikian bukan dengan alasan tidak mampu meneladani secara esensial dan totalitas maulid nabi Saw sehingga meninggalkan seluruhnya.
Ini sesuai mana di ungakapkan Imam Ghazali dalam kitabnya “Bidayatul Hidayahh” dalam sebuah qaidah “ Ma la Yudraku Kulluhu laa Yutraku kulluhu’ (Apa-apa yang tidak bisa dilakukan semuanya, jangan ditinggalkan semuanya)
Semoga dengan perayaan maulid nabi Muhammad
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+