27 Nov 2018 Β· 3.223 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Semarang – Keadaan fisik Nabi Muhammad SAW tidak wajib ditiru karena menjadi hak prerogratif Allah SWT dalam menciptakan bentuk manusia. Tetapi, yang wajib ditiru adalah akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari manusia karena akan membawa keselamatan dunia dan akhirat.
Begitulah yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Madinah, Gunungpati, Semarang, Habib Umar Al-Muthohar saat mengisi pengajian akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 1 Brebes, Jumat (17/11) malam.
“Allah yang membentuk fisik manusia, termasuk fisik Nabi Muhammad dan tidak wajib ditiru bentuk fisiknya,” jelas Habib.
Habib Umar juga menjelaskan bahwa, sebagai umat Nabi tidak harus menyesuaikan bentuk fisik Nabi seperti berhidung mancung, ganteng, ataupun berjubah dalam berpakaian. Yang wajib ditiru adalah meneladani perilaku dan akhlak Nabi karena dia satu-satunya teladan umat manusia.
Di samping itu, Habib Umar juga menambahkan bahwa pribadi Nabi sudah ditempa sejak masih kecil berupa pengasuhan oleh Halimatus Sa‘diyah. Dalam a
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+