28 Nov 2018 · 5.076 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, SEJARAH- Bagi warga Betawi, hari lahir (maulid) Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bukan hanya dirayakan pada Rabiul Awwal, bulan kelahiran Kanjeng Nabi. Di masjid-masjid tradisional, orang merayakannya sampai dua atau tiga bulan sesudahnya. Bahkan saat khitanan dan pernikahan, kitab maulid selalu dibacakan.
Nasi kebuli merupakan menu yang selalu dihidangkan pada peringatan maulid Nabi, terutama di kalangan keturunan Arab. Hidangan nasi kebuli dianggap kurang afdal tanpa daging kambing. Entah berapa puluh ribu ekor kambing dipotong untuk hidangan nasi kebuli. Daging kambing dijadikan kari, gulai, semur dan masakan lainnya.
Habib Umar bin Hud Alatas, saat peringatan maulid Nabi di kediamannya, Cipayung, Bogor, telah memotong 1.500 ekor kambing dan menanak tidak kurang dari 10 ton beras. Jumlah sebanyak itu mungkin bisa masuk Rekor Museum Indonesia (Muri). Tidak heran, saat Habib Umar masih hidup, acara maulidnya bisa menyedot puluhan ribu jamaah, termasuk para tamu yang datang dari Malay
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+