Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Habib Utsman bin Yahya
✓ Terverifikasi Tim Riset

Habib Utsman bin Yahya

lahir 1822 M · 55.887 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Usman bin Yahya , Utsman ibn Yahya atau Othman bin Yahya lahir pada tanggal 1822 CE / 17 Rabi' al-awwal 1238 AH - 1913 CE / 21 Safar 1331 AH) adalah seorang ulama Islam yang melayani sebagai Grand Mufti Batavia pada abad ke-19 Hindia Belanda .

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil Habib Utsman bin Yahya

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Mendirikan Majelis Taklim
  5. Karier
  6. Kiprah di Politik
  7. Karya-Karya
  8. Referensi

 

1. Kelahiran

Habib Utsman bin Yahya lahir di Pekojan, Batavia pada tahun 1822 M atau 17 Rabi 'al-awwal 1238 AH ). Utsman berasal dari keluarga Ba 'Alawi sada dengan ayahnya adalah Sayyid Abdullah bin Aqil bin Umar bin Yahya. Ibunya adalah Aminah, seorang putri dari ulama besar Mesir Sheikh Abdurahman Al-Misri.

Ayahnya, Abdullah, dan kakeknya, Aqil, lahir di Mekkah, sementara kakek buyutnya, Umar, lahir di desa Qarah al-Shaikh di Hadhramaut, yang kemudian pindah dan meninggal di kota Madinah. Snouck Hurgronje menjelaskan bahwa kakeknya adalah seorang ulama yang dihormati sebagai Syekh Sadah selama 50 tahun dan meninggal di Mekah pada 1823 M / 1238 H.

Ayahnya pindah ke Mekah ketika Utsman berusia 3 tahun, jadi Utsman dirawat oleh kakeknya, Aqil. Kakeknya memiliki banyak putra lain, selain ayah Utsman. Banyak dari putranya menjadi ulama di Mekah, seperti Sayyid Ishaq, yang meninggal di kota Ta'if , dan Sayyid Qasim yang melanjutkan kepemimpinan Agil sebagai Syaikh Sada di Mekkah.

Utsman memiliki hubungan keluarga dengan Habib Ali Kwitang melalui salah satu putrinya bernama Sidah, yang menikah dengan Abdul Qadir, saudara lelaki Habib Ali Kwitang.

2. Wafat

Habib Utsman bin Yahya wafat pada 1331 H (1913 M), jenazahnya dimakamkan di TPU Karet, Jakarta. Namun di kemudian hari, saat ada penggusuran makam pihak keluarga berusaha memindahkan tanah kuburnya ke Pondok Bambu. Sekarang makamnya masih terpelihara dengan baik di sebelah selatan masjid Al-Abidin, Pondok Bambu, Jakarta Timur.

3. Pendidikan

Habib Utsman bin Yahya memulai pendidikannya dengan belajar Qur'an, Tafsir dan ilmu-ilmu Islam lainnya seperti Akhlaq, Tauhid, Fiqh , Sufisme, Nahwu Sharaf, Hadis dan Astronomi di bawah asuhan kakek keibuannya, Sheikh Abdurrahman bin Ahmad Al-Mishri.

Setelah kematian kakeknya ketika dia berumur 18 tahun, Utsman pergi untuk haji dan bertemu dengan ayah dan kerabatnya di Mekkah. Di sana, selama tujuh tahun ia belajar ilmu-ilmu Islam di bawah ayahnya dan kepada Sayyid Ahmad ibn Zaini Dahlan, Mufti Mekkah pada saat itu.

Utsman melanjutkan perjalanannya dalam mengejar pengetahuan untuk Hadhramaut 1848. Di sana, Ia belajar di bawah Habib Abdullah bin Umar bin Yahya dan paman dari pihak ibu Habib Husein bin Abdullah bin Tahir (kemudian, salah satu cucu gurunya, Sayyid Muhammad bin Agil bin Abdullah bin Umar bin Yahya, menikah dengan salah satu putri Utsman).

Dia juga pergi ke dan belajar di Mesir dan pernah menikah dengan seorang wanita Mesir. Dia melanjutkan perjalanannya ke Tunisia, di mana dia sering bertukar pikiran dengan Mufti Tunisia. Dari Tunisia ia kemudian belajar di Aljazair dan kemudian melanjutkan ke Maroko untuk belajar kepada berbagai sarjana Maroko.

Dia memperdalam pengetahuannya tentang Syariah di negara-negara Afrika Utara sebelum berkeliaran ke Suriah untuk bertemu dengan para sarjana di negeri itu. Dia melanjutkan perjalanannya ke Turki, yang masih di bawah Kesultanan Ottoman. Kemudian dia pergi ke Yerusalem di Palestina sebelum kembali ke Mekah.

4. Mendirikan Majelis Taklim

Dalam menjalankan dakwahnya, Habib Utsman bin Yahya membuka Majelis Taklim (pertemuan untuk mencari ilmu agama) yang dihadiri oleh banyak orang termasuk b

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+