07 Dec 2018 Β· 4.332 dibaca · Kolom
LADUNI.ID, Jakarta - Salah satu sifat Gus Dur yang tidak dimiliki oleh yang tokoh-tokoh besar, baik tokoh bangsa, tokoh politik, tokoh agama lainnya, apalagi cuma tokoh kecil sahaja adalah tidak malu menertawakan diri sendiri selain menertawakan orang lain hehehe.
Bahkan menertawakan NU. Lha, bukankah dia seorang kyai? Keturunan pendiri NU, Ketua Umum PBNU lagi. Tidak mungkin deh beliau merendahkan diri sendiri.
Sodaraku, menertawakan bukan berarti menghina. Meskipun Gus Dur semasa hidupnya sering menertawakan dirinya sendiri, serta tidak jarang menjadikan organisasi kaum nahdliyin ini sebagai bahan kelakar, beliau pasti tak bermaksud menghina, wong ini cuma canda alias lelucon guyonan kok. Lagi pula, kalau Gus Dur benar-benar menertawakan NU, siapa juga yang berani protes hehehe.
Dalam keseharian, sikap menertawakan orang lain tanpa disadari cukup sering kita lakukan, seakan-akan menjadi sebuah kebiasaan tersendiri. Kita sering menertawakan keluguan orang lain, menertawakan kelemahan serta kekurangan orang lain.
Biasanya se
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+