07 Dec 2018 · 6.221 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - Dinar dan dirham memiliki sejarah yang kaya dan panjang, bermula dari masa keemasan Kekhalifahan Umayyah pada abad ke-7 Masehi. Pada masa pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan, dinar emas dan dirham perak diperkenalkan sebagai mata uang resmi Kekhalifahan Umayyah. Inspirasi untuk menggunakan dinar dan dirham sebagai mata uang Islam berasal dari Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang menyarankan penggunaan emas dan perak sebagai alat tukar yang stabil dan memiliki nilai intrinsik yang tinggi.
Ketika Kekhalifahan Abbasiyah menggantikan Umayyah, penggunaan dinar dan dirham terus berlanjut. Pada masa pemerintahan Khalifah Harun Ar-Rasyid pada abad ke-8 Masehi, dinar dan dirham mencapai puncak kejayaannya. Masa tersebut dikenal sebagai Zaman Keemasan Islam, di mana dinar dan dirham menjadi mata uang yang paling dihormati di seluruh dunia Islam, dan bahkan menjadi standar bagi transaksi internasional.
Namun, seiring berjalannya waktu dan perubahan dalam dinamika ekonomi global, penggunaan dinar dan dirham secara luas mulai mengalami penurunan. Pad
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+