11 Dec 2018 Β· 1.301 dibaca · Iptek & Pendidikan
LADUNI.ID,SURABAYA - Gempa berkekuatan 5,7 Skala Richter kembali mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat pada Kamis (6/12). Kondisi gempa yang terus berulang di daerah yang sama ini menjadi perhatian Dr Ir Amien Widodo MSi, Dosen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk angkat bicara tentang kondisi patahan di Lombok.
Menurut Amien, gempa di Lombok terjadi akibat aktivitas bidang sesar (patahan naik) Flores. Dalam istilah geologi disebut Flores Back Arc Thrust atau sesar naik busur belakang yang memanjang di dalam laut dari utara Pulau Flores hingga Laut Utara Lombok.
“Pusat gempa yang terjadi di daratan Lombok itu adalah proyeksi vertikal dari sebuah titik di kedalaman bumi atau hiposenter,” jelas Amien sebagaimana dilansir laman resmi ITS
Menururt Amien, pergerakan bidang sesar atau patahan Flores ini dimulai sebelum menyebar menjadi pergerakan bidang sesar yang melepaskan energi berupa gelombang gempa. Amien memprediksi posisi patahan naik Flores itu tidak hanya berada di satu tempat,
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+