12 Dec 2018 · 2.700 dibaca · Islam Nusantara
LADUNI.ID -
"NU disebut Jam’iyah Diniyah Ijtima’iyah, Jam’iyahnya Ahlussunnah wal Jama’ah an Nahdliyah, Diniyahnya adalah amar ma’ruf nahi munkar, dan ijtima’iyahnya mabadi’ khairul ummah", tutur Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar di Denpasar, Bali (9/12/2018).
Kemudian beliau melanjutkan bahwa jam’iyah NU penafsirannya adalah Ahlussunnah wal Jama’ah apabila dibuka di internet dengan menulis kata ahlussnunah wal jama’'ah maka yang muncul adalah versi ahlussunnah waljama'ah yang lain.
NU sebagai organisasi yang reaktif dan dilahirkan akibat adanya kongkalikong antara kekuasaan dan tokoh agama yang memberangus ulama ahlussunnah wal jama’ah. "Pada tahun 1914 kota Mekkah ditundukan dan dihabisi oleh kekuatan persengkokolan penguasa dan tokoh saat itu yang berpaham wahabi, dilanjutkan pada tahun 1915 di Kota Madinah. Sejak itu Mekkah dan Madinah dikuasai penuh oleh kelompok yang berpaham Wahabi untuk menghabisi situs-situs ahlussunah
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+