18 Dec 2018 · 2.654 dibaca · Artikel Keagamaan
Ladunui.ID, Jakarta - Para ulama Ahlussunnah wal Jamaah memiliki cara dakwah yang damai, santun, dan menyejukkan. Mereka tidak pernah berteriak keras tanpa arah yang jelas, apalagi mencaci-maki. Karena tindakan tersebut tidak menunjukkan perilaku Mukmin sejati. Mengenai hal ini, Imam Al-Ghazali, seorang ulama dan sufi kenamaan, pernah menjelaskan dalam kitabnya yang sangat populer, Ihya' Ulumuddin, sebagaimana berikut ini:
وَإِنَّمَا الْمُحَرَّمُ اسْتِصْغَارٌ يَتَأَذَّى بِهِ الْمُسْتَهْزَأُ بِهِ لما فِيهِ مِنَ التَّحْقِيرِ وَالتَّهَاوُنِ
“Adapun yang diharamkan adalah mencaci-maki yang dapat menyakiti perasaan orang yang dihina, karena di dalamnya terdapat unsur menghina serta meremehkan.”
Tindakan nahi munkar dan nasihat tidak bisa dijadikan alasan untuk melegalkan segala bentuk caci-maki. Karena nasihat itu sepatutnya dilakukan dengan jalan mengajak, bukan mengejek. Nasihat itu merangkul, bukan memukul. Begitu pula tujuan utama semangat nahi munkar adalah berupaya menghilangkan kemungkar
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+