Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Mahfudz At-Tarmasi
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Mahfudz At-Tarmasi

1842 – 1920 M · 58.849 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Syeikh Mahfudz At-Tarmasi memulai pendidikannya dengan belajar langsung kepada ayahnya, KH. Abdullah. Beliau belajar Al-Qur’an, Fathul Mu’in, Fathul Wahhab, Syarah As-Syarqowiyah Al-Hikam dan tafsir Al-Jalalin hingga sampai surat Yunus saja.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.      Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1    Lahir
1.2    Riwayat Keluarga
1.3    Wafat

2.      Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1    Pendidikan
2.2    Guru-Guru

3.      Penerus
3.1    Murid-Murid

4.      Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1    Menjadi Pengajar

5.      Karya-Karya
6.      Penghargaan
7.      Chart Silsilah Sanad
8.      Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
Syekh Muhammad Mahfudz bin Abdullah bin Abdul Manan bin Dipomenggolo At-Tarmasi Al-Jawi atau yang kerap disapa dengan panggilan Syekh Mahfudz At-Tarmasi lahir pada tanggal 12 Jumadil Awal tahun 1258 H yang bertepatan 31 Agustus 1842 M, di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (pada masa itu Desa Tremas masih termasuk wilayah Karasidenan, Solo, Jawa Tengah). Saat Syekh Mahfudz At-Tarmasi lahir, KH. Abdullah (Ayahnya) sedang berada di Makkah, beliau merupakan putra tertua KH. Abdullah.

1.2   Riwayat Keluarga
Syekh Mahfudz menikah dengan Nyai Muslim, seorang putri asal Demak, Jawa Tengah, yang menunaikan haji pada dekade pertama Abad ke-20 M. Dari pernikahannya Syekh Mahfudz At-Tarmasi dan Nyai Muslim dikaruniai tiga orang anak, tetapi dua anak perempuanya meninggal ketika mereka belum berusia 5 tahun. Satu-satunya putra Syekh Mahfudz yang masih hidup adalah Syekh Muhammad.

Beliau didorong kuat oleh Syekh Mahfudz untuk mempelajari Al-Qur'an. Wasiat ini dipenuhi oleh Syekh Muhammad dengan berhasil menjadi seorang guru di bidang Al-Qur'an. Selain itu, Syekh Muhammad juga mengembangkan pesantren yang bernama “Bustanul Ussyaaqil Qur'an” di Betengan, Demak, Jawa Tengah dan memiliki banyak murid dari seluruh Nusantara. Adapun kepemimpinan pesantren sekarang adalah di bawah asuhan KH. Hariri bin Muhammad bin Muhammad Mahfudz At-Tarmasi.  

1.3   Wafat
Syekh Mahfudz At-Tarmasi wafat pada 20 Maret tahun 1920 di Ma'la, Makkah. Berdampingan dengan makam Sayidah Khadijah, Istri Nabi SAW. Lokasi tersebut berada dalam pemakaman keluarga gurunya, Sayyid Abu Bakar Muhammad Shata.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan 
Syeikh Mahfudz At-Tarmasi memulai pendidikannya dengan belajar langsung kepada ayahnya, KH. Abdullah. Beliau belajar Al-Qur’an, Fathul Mu’in, Fathul Wahhab, Syarah As-Syarqowiyah Al-Hikam dan tafsir Al-Jalalin hingga sampai surat Yunus saja.

Setelah belajar kepada ayahnya, beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar di pondok pesantren di Daerah Semarang, Jawa Tengah yang diasuh oleh KH. Muhammad Sholeh bin Umar (Mbah Sholeh Darat). Di Semarang, beliau belajar Syarah Hikam (dua kali khatam), Tafsir Jalalain (dua kali khatam), Syarah Al-Mardini dan Wasilah Ath-Thullab, kitab

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+