22 Dec 2018 · 1.207 dibaca · Iptek & Pendidikan
Laduni.id, Jakarta - Sebanyak 52 juta data pengguna Google+ bocor. Penyebab kebocoran data pribadi pengguna tersebut karena ada bug dalam sistem Google+ sehingga memungkinkan untuk diretas.
Seperti dilansir thesun.co.uk, Rabu, 12 Desember 2018, 52 juta data pribadi pengguna yang bocot tersebut, meliputi nama, email, usia, dan pekerjaam.
“Dengan ditemukannya bug baru ini, kami berencana untuk menutup semua API Google+ dalam 90 hari kedepan, “ kata Vice Presiden Management Project Google, David Thacker, dalam laman blognya.
Google menyatakan bug terbaru mereka telah membocorkan 52.5 juta data selama hampir seminggu antara 7 samapi 11 November 2018.
Bug tersebut memungkinkan para pengembang untuk mengakses informasi user meskipun profil tersebu sudah diset private. Menurut Google, pihaknya tidak terpikirikan bahwa peretas akan menggunakan bug tersebut untuk mencuri data pribadi.
“Disamping itu, kami juga memutuskan untuk mempercepat sunsetting Google+ konsumen dari Agustus 2019 hingga April 2019. Meskipun kam
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+