Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Artikel

Sastra dan Pesantren

24 Dec 2018 · 2.257 dibaca · Artikel

LADUNI.ID - Hadirnya para pakar sastra dengan membincang sastra pesantren di Muktamar Sastra, membawa angin segar, khususnya bagi sastrawan yang belum banyak tahu seluk-beluk sastra pesantren, atau bagi peserta muktamar yang belum pernah mendengarnya.

Sastra Pesantren diulas apik oleh empat nara sumber; Prof. Dr. Abdul Hadi MW, Ahmadun Yosi Herfanda, R.M. Ng. KH. Agus Sunyoto, KH. Imam Azis.

Misalnya Ahmadun Yosi, melempar wacana konstruksi dan Revitalisasi Sastra Pesantren, karena sastra pesantren, menurutnya, masih menghadapi persoalan kompleks, baik persoalan konsep dan pengertiannya, maupun corak estetiknya dan wilayah tematiknya.

Sastra pesantren, masih menimbulkan banyak pengertian, apakah sastra yang lahir di pesantren, atau yang hanya ditulis oleh santri, atau sastra yang bermuatan keislaman (releguitas) saja, atau sastra tentang pesantren walau tidak ditulis oleh santri, atau bagaimana.

Maka, hal ini membutuhkan pengertian yang jelas, sehingga kelahirannya juga dapat dipandang dan dikatagorikan sastra pesantren.

Bila belum

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →