25 Dec 2018 Β· 2.492 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Sumenep - Mengenai pelaksanaan tabligh akbar malam ini (25/12) di Sumenep, menuai banyak protes dari masyarakat. Salah satunya adalah dari pengurus pusat BAANAR Ansor, Sattar Hafidz. Menurutnya, pelaksanaan tabligh akbar tersebut sangat identik dengan organisasi radikal yang dilarang.
"Kami sangat menyayangkan adanya tabligh akbar yang diselenggarakan di Kabupaten Sumenep dan terdapat bendera hitam yang identik dengan organisasi radikal," terang Sattar Hafidz, ketika diwawancarai pada Selasa (25/12) malam ini.
Sattar menjelaskan bahwa Madura adalah salah satu tempat di mana Nahdlatul Ulama lahir dan merupakan cikal-bakal tumbuhnya Islam Rahmatan lil 'alamin. Pihaknya juga tidak mau ketika Madura mulai menjadi tempat tumbuhnya benih radikalisme atas nama politik agama dengan bungkus tabligh akbar.
"Saya sebagai santri nahdliyin dari Madura sangat menyayangkan hal itu terjadi, karena Madura merupakan ruh kelahiran Nahdlatul Ulama yang dipelopori oleh Syaikhona Kholil Bin Abdul Lathif yang telah banyak melahirkan kiyai-kiyai
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+