26 Dec 2018 · 2.664 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - Baghdad, kota yang dipandang sebagai persimpangan semesta, merupakan titik strategis yang tak tertandingi, demikianlah yang diungkapkan oleh raja Dinasti Abbasiyah ketika menyadari keberadaan posisi geografisnya yang luar biasa.
Terletak di timur, Baghdad berhadapan langsung dengan kebesaran Cina, sementara di baratnya, melintanglah jalan menuju Gibraltar yang menjadi gerbang utama ke Samudera Atlantik.
Namun, keberadaan Baghdad tidak hanya terbatas pada aspek geografisnya yang mengagumkan. Selama berabad-abad, kota ini menjadi pusat kegiatan intelektual, perdagangan, dan kebudayaan yang tak tertandingi.
Bahkan, beberapa ratus tahun kemudian, Baghdad melahirkan sebuah masakan adiluhung yang menjadi warisan kegemilangan kulinernya bagi dunia.
Pada masa Dinasti Abbasiyah, tradisi roti tetap memegang peranan sentral sebagai makanan pokok bagi rakyat. Baghdad, yang menjadi ibu kota pemerintahan pada masa tersebut, memancarkan kehidupan kosmopolitan yang dinamis.
Di dalam kota yang megah ini, berjejerlah banyak
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+